Sunday, 13 January 2019

Cara Memancing lebah madu

https://youtu.be/nr6FnpfeTYI

Thursday, 10 January 2019

Tulisan keren dari sudut berbeda Indonesia kini

Tulisan keren Prof Agus Budiyono, alumni ITB, MIT

-----

KOLOM: SUTAMI, SRI MULYANI DAN JOKOWI

Saya dididik dan dibesarkan di sebuah lingkungan khusus di Amerika yang membuat saya tidak mudah gumunan. Di kelas saya setiap orang praktis adalah pelajar terbaik di negaranya. Di department saya ada pelajar terbaiknya Imperial College-London, juaranya Tokyo Tech, nomor satunya Seoul National University dsb.  Rata-rata IQ di kisaran 150 dan bila orang asing, TOEFL di sekitar 648 (sekitar betul semua), dan pada ujian tertentu sebagian besar adalah pemegang patent di bidangnya. Lab mereka pada zamannya mengembangkan teknologi yang meresponse serangan Jepang di Pearl Harbor yang membantu memenangkan Amerika di Perang Dunia.  Rombongan yang datang sebelumnya adalah kelompok kunci yang menjawab tantangan Soviet yang meluncurkan Sputnik dan menempatkan manusia pertama di ruang angkasa. Selang beberapa tahun kemudian Amerika mampu mendaratkan manusia di Bulan. Kelompok seangkatan saya adalah yang mampu melahirkan perusahaan sekelas Google dan Amazon. Yang menjadi motor utama industri di Route 95 (pantai timur) dan Silicon Valley (pantai barat). Capaian semua ini saya anggap wajar dan biasa saja, pas dan sesuai dengan arus, latar belakang dan milleunya.

+++

Namun demikian dalam setting di tanah air, saya justru menemukan beberapa fenomena yang membuat saya kagum. Bisa Gumun kali ini.  Bilamana pencapaian orang-orang MIT itu saya anggap luar biasa, maka apa yang saya kagumi di Indonesia justru bahkan lebih dari luar biasa. Different league. Different level. Saya ingin mengkristalisasi rasa kagum dan hormat ini dengan tiga figur yang saya jadikan judul di atas.  Hanya kebetulan saja, sekali lagi, ketiganya sama-sama dari Jawa dengan latar belakang budaya dan filosofi yang saya pahami. Ketiganya orang-orang hebat yang menggunakan filosofi: nglurug tanpa bala, sugih tanpa banda dan menang tanpa ngasorake. Saya jauh mengagumi beliau-beliau ini dibandingkan apa yang saya lihat dan alami sendiri di almamater saya. Kenapa?

Orang-orang MIT itu hebat dan lingkungannya memahami mereka dan oleh karena itu mereka bisa mengapresiasinya. Oleh karena itu wajar dan malah expected. Sementara itu ketiga figur yang saya kagumi berada di lingkungan dimana orang-orang yang justru dibantu dimakmurkan ekonominya, yang menggunakan kemudahan yang mereka ciptakan dan menikmati suasana kondusif (ipoleksosbud hankam) yang mereka perjuangkan, banyak yang tidak paham. Boro-boro menghormati. Namun demikian, ini yang saya kagum dan perlu banyak belajar, mereka semua tidak bergeming. Diremehkan juga tenang saja. Dicaci maki juga tidak gusar. Difitnah sana sini, juga tetap sabar. Pendeknya ketiganya mewakili, saya sebut dengan bangga dan haru, kualitas penduduk nusantara yang unggul dan mumpuni. Kewl dan kewreeen. Pantas untuk menjadi pemimpin dan memimpin bangsa sebesar Indonesia dengan semua kompleksitasnya.

Masing-masing berkontribusi pada bidang keahlian yang berbeda. Juga mempunyai jalur karir yang sama sekali beda. Namun ada kesamaan benang merah dari ketiganya. Kesamaan yang distinct and unmistakeable. Dalam pengamatan saya, ketiga figur adalah orang-orang yang lurus. Orang yang lempang hatinya. Figur yang hatinya tidak terbeli dengan kekuasaan dan kekayaan. Figur yang bisa menjadi panutan dan teladan dalam hiruk pikuk perubahan global yang serba cepat. Dunia berubah. China dan Amerika berubah. Eropa berubah. Di masa yang tidak terlalu jauh, China akan menjadi ekonomi no 1, menggeser Amerika yang turun jadi no 2. China tidak akan menjadi negara berpenduduk terbanyak, posisinya diganti India. Indonesia dalam konstelasi tersebut, diprediksi akan menjadi ekonomi no 5. Negara makmur, tidak ada penduduk yang berkategori miskin. Bangsa Indonesia perlu pegangan dalam lingkungan yang serba berubah cepat ini.
Saya merasa sosok Sutami, SMI dan Jokowi adalah mercusuar di tengah ketidakpastian gelombang laut dalam langit yang kelam. Bisa diandalkan untuk menjadi pegangan dalam menentukan arah. Ketiga figur tersebut, nilai-nilai hidupnya selayaknya dicontoh, diteladani dan diambil pelajarannya untuk generasi sekarang dan utamanya generasi millenials, Y dan Z. Figur yang berprestasi tinggi, dengan pengakuan dunia, tapi tetap tawadu’ dan rendah hati. Figur yang tidak serakah, tidak tamak dengan kekuasaan, tidak menyodor-nyodorkan anak-anaknya, istri atau suaminya, saudara-saudaranya, untuk ikut memanfaatkan kemudahan-kemudahan, privilege atau keistimewaan dari jabatan atau pun bahkan pengaruh yang mereka punya.

Siapa orang Indonesia tidak kenal dengan Menteri Sutami, menteri termasyhur dalam sejarah NKRI? Sutami, berkat reputasinya, adalah satu2nya menteri era Soekarno yang tetap dipilih oleh Soeharto di kabinetnya. Hidupnya lurus lempang tidak ada cacat. Empat belas (14) tahun menjadi menteri tapi tidak mempunyai rumah sendiri. Pernah listriknya diputus karena terjadi tunggakan. Pak Jokowi juga menjadi presiden pertama RI yang mendapatkan recognisi dan strong opinion tentang komitmennya menciptakan pemerintahan yang bersih. Hal ini karena beliau benar-benar walk the talk. Bukan lamis-lamis lambe. Bukan NATO. Menerapkan dalam kesehariannya. PM Mahathir menyebutnya secara khusus standar Jokowi “reaching the unprecendented level” dalam sejarah Indonesia. Penting ini karena datang dari tetangga sebelah yang tahu rumah tangga kita. Pemimpin bisnis terdepan China, Jack Ma, juga memberikan pujian kepada Jokowi tentang resiliencenya dalam menghadapi badai fitnah. Begitu juga dengan pemimpin-pemimpin dari Korea yang langsung saya dengar sendiri. Mereka semua all in kepercayaannya kepada Jokowi. Mereka mengatakan bila Indonesia bisa dijaga untuk tetap bisa memunculkan pemimpin seperti Jokowi maka memang sudah keniscayaan Indonesia akan menjadi salah satu dari 4 adidaya dunia. Beberapa pemipin Korea, saya tahu peris karena langsung membantu, sudah menaruh uangnya di pasar investasi Indonesia. Orang Korea, bahkan dalam level pemimpin, saja percaya. Masak kita yang asli orang Indonesia tidak? 

+++

Saya tidak heran, bila selama perjalanan bisnis terakhir saya ke Seoul selama lima hari bertemu dengan pimpinan 16 perusahaan besar Korea. Mereka semua, semuanya, bertanya dan ingin memastikan pemerintah sekarang berlanjut ke perioda berikutnya. Saya mengatakan dan mengafirmasi dari big data saya, jawabannya YA. Saya mahfum dari pengamatan saya mengajar dan mendirikan bisnis di sana selama 8 tahun, bahwa pemerintah yang bisa menciptakan iklim bisnis yang certain, yang pasti, sangat diharapkan untuk keberlanjutan bisnis dan investasi jangka panjang. Prinsip ini sebenarnya yang menjadi sokoguru Keajaiban Ekonomi Korea (The Mirable of Han River). Dunia bisnis tidak menyukai kecenderungan kepada hal yang serba tidak pasti. Yang abu-abu dan tidak jelas juntrungnya. Yang perlu maneuver pat pat gulipat. Pong pong garengpong. Ini semua dibersihkan ketika figur seperti Jokowi dan Sri Mulyani menjadi pimpinan. Tujuannya adalah menciptakan iklim bisnis dan investasi yang mempunyai kepastian. Yang sehat dan saling memakmurkan dalam semangat kolaborasi dan bahu-membahu antar komponen bangsa bahkan antar bangsa.

Saya kemaren menghadiri dan mengikuti dengan seksama paparan Kepala Bappenas, Professor Bambang S Brodjonegoro, di Fairmont Jakarta, berisi “Sosialisasi Visi Indonesia 2045: Berdaulat, Maju, Adil dan Makmur. Banyak faktor disebut sebagai prerequisite agar Visi Indonesia 2045 bisa terwujud. Bagi saya yang paling penting adalah SDM yang perlu disiapkan untuk menjadi pemimpin Indonesia. Haruslah sosok-sosok yang tidak hanya cerdas, tapi juga bermoral dan berakhlak yang baik. Yang bisa amanah bila diberi mandat dan kepercayaan.

Figur seperti Sutami, Sri Mulyani Indrawati dan Jokowi.

P.S.
Mohon bantu dishare dan disebarluaskan ke berbagai kalangan terutama generasi penerus. Kita bersama saling mengingatkan dalam kebaikan.Menjaga agar suasana Indonesia sehat dan kondusif. Akan baik bila ajakan ini bisa dibaca jutaan orang Indonesia demi pendidikan karakter bangsa.
Terima kasih sebelumnya🙏

Saturday, 17 November 2018

Induction heater

Hasil test Zv 12 volt cukup menarik butuh hanya minimal 1 ampere hingga 5 ampere Dc .


Manfaat bunga Telang

Semoga bermanfaat.

13 Manfaat Kembang Telang untuk Kesehatan

Kembang telang merupakan salah satu jenis tanaman merambat yang banyak dijumpai di hutan maupun di pekarangan rumah penduduk yang biasanya digunakan sebagai tanaman hias. Tanaman ini pada umumnya memiliki bunga yang berwarna biru terang, namun sebenarnya kembang telang ini juga memiliki varian warna lain yang berbeda seperti putih, pink, dan juga warna ungu. Bunga ini dapat dimanfaatkan untuk beraneka ragam keperluan seperti sebagai pewarna makanan, kue, maupun sebagai bahan dasar pembuatan minuman.

manfaat kembang telangAdapun dibeberapa negara bunga ini memiliki bervariasi nama, seperti aparijata (bagi masyarakat Hindi), nagar hedi (bagi masyrakat Kanada), Dok anchan (bagi masyarakat Thailand), serta Sankhupushpam (bagi masyarakat Malayam). Dalam bahasa Inggris, bunga ini mendapat julukan butterfly pie, pigeon wings, maupun blue pie vine. Sedangkan di Indonesia sendiri bunga ini memiliki beberapa nama atau sebutan, diantaranya adalah teleng (bagi masyarakat Jawa), telang (bagi masyarakat Sunda), serta temen raleng (bagi masyarakat Bugis).

Kandungan Kimia Kembang Telang

Bunga yang memiliki bentuk yang hampir menyerupai kupu-kupu ini memiliki kandungan beberapa senyawa kimia seperti :

fenol
delphirridin 3,3’,5’
triglucoside
alkaloid
flavonoid
saponin
sulfur
ca-oksalat
Pada bagian daunnya kita bisa menemukan kandungan senyawa seperti kaemferol 3-glukoside, triterperroide. Tanaman ini terkenal memiliki akar yang beracun, dimana bagian akar tersebut memiliki efek farmakologis seperti pencahar (laxative), diuretik, pembersih darah, maupun sebagai perangsang muntah. Sedangkan biji dari bunga telang memiliki efek pencahar ringan dan dapat digunakan sebagai obat cacing.

Selain sebagai tanaman hias bunga yang biasanya hanya memiliki helai bunga selapis ini, ternyata memiliki beberapa efek manfaat yang menakjubkan. Diantaranya adalah :

1. Untuk mengobati gangguan penglihatan

Secara tradisional, manfaat kembang telang telah banyak digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat sebagai obat untuk gangguan penglihatan, seperti mata merah atau sakit mata lainnya. Selain itu, khasiat dari kembang ini dipercaya mampu membantu penglihatan lebih cerah. Caranya adalah dengan dengan merendam beberapa kuntum kembang telang tersebut ke dalam segelas air hingga air tersebut berubah warna menjadi biru. Selanjutnya Anda bisa menggunakan air rendaman tersebut sebagai obat pencuci mata yang sakit.

2. Mengobati sakit telinga

Untuk mengatasi gangguan yang terjadi pada bagian telinga, kita bisa memanfaatkan daun dari tamanan ini. Caranya adalah dengan mengoleskan air perasan yang terbuat dari beberapa helai daun telang dengan dicampurkan sedikit garam pada bagian telinga yang terasa sakit. Lakukan hal tersebut secara teratur.

3. Mengobati bisul (abses)

Timbulnya bisul (abses) pada bagian tubuh dapat kita atasi secara alami, yaitu salah satunya adalah dengan menggunakan ramuan yang berasal dari kembang telang biru yang ditumbuk bersama dengan gula jawa. Pergunakanlah hasil tumbukan tersebut sebagai obat balur pada daerah yang terkena bisul. Lakukanlah hingga bisul sembuh.

4. Untuk mencuci darah

Darah yang kotor bisa menjadi pemicu timbulnya berbagai gangguan penyakit kulit seperti timbulnya bisul. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa memanfaatkan akar dari kembang telang putih yang direbus lalu meminumnya secara rutin. Ramuan ini dipercaya mampu untuk mencuci darah.

5. Untuk mengobati bronchitis

Bronkhitis atau peradangan pada saluran pernafasan bisa kita atasi dengan menggunakan ramuan herbal yang berasal dari akar tanaman telang ini. Caranya adalah dengan merebus +/- 30 hingga 60 gram akar telang dengan menggunakan 4 gelas air bersih hingga kadar air tersebut tinggal separuhnya saja. Konsumsi air rebusan tersebut dalam kondisi dingin pada pagi dan malam hari masing-masing 1 gelas.

6. Sebagai pelengkap dalam persembahyangan

Dalam masyarakat Bali, manfaat kembang telang biasanya juga digunakan sebagai perlengkapan untuk melakukan ritual persembahyangan, yaitu untuk menghi

Ouds or Agarwood

Agarwood
Adalah tanaman penghasil minyak wangi.
Harga 25 juta per kg.
Harga 1.5 juta per kg.
Sedia inducer padat dan cair.

Thursday, 15 November 2018

Project piping

Biar foto yang bicara




Saturday, 10 November 2018

Nabung Kurban

Selamat malam

Kurban salah satu sedekah yang mudah untuk di ucapkan akan tetapi sangat sulit dilakukan.Berawal dari keinginan berbagi dan rasa cinta kepada sesama serta cinta akan Allah dan Rasulnya.
Saat pertama kurban sangatlah berat saat itu penhasilanku 3 sd 4 juta perbulan tetapi saya bertanya sendiri kenapa tidak bisa kurban.
Butuh keberanian dan niat yang kuat .
Akhirnya dengan dukungan saudara ku beranikan diri untuk ternak sendiri dan untuk berkurban setiap tahunnya.
Saat ini saya juga menerima jasa penitipan hewan kurban dengan nominal 2.5 juta hingga 3.5 juta untuk domba.

Mari berkurban jika berminat bisa kontak no hp 0811965936 atau email jcakti@gmail.com.
tentukan nilai dan kerjasama tertulis.
Pembeli bisa memantau perkembangan ternak lokasi di Subang Jabar.